DEGRADASI AKHLAK ERA MILENIUM
Hancurnya tatanan sosial di negeri ini termasuk pula di sebagian besar negeri yang menganut paham sosialis, komunis, maupun liberal merupakan dampak dari liberalisasi kehidupan di segala bidang yang kemudian mau tak mau terefek kepada negara yang menganut sistem Teokrasi. Tatanan kehidupan utamanya masyarakat modern, kini seluruhnya telah mengarah pada sebuah kesepakatan masyarakat dunia yang disebut sebagai era globaliasai. Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) juga merupakan biang keladi terjadinya mobilsasi dan percepatan terjadinya degradasi akhlak anak bangsa. Ada beberapa faktor sebagai biangkeladi kemerosotan ahlak, diantaranya:
1. Pengaruh Faktor Internal dan Eksternal terhadap Perilaku Remaja:
Faktor internal, seperti perkembangan fisik, emosi, dan intelektual, mempengaruhi perilaku remaja. Dalam Islam, remaja diingatkan untuk mengendalikan nafsunya dan memperoleh ilmu pengetahuan yang baik. Dalam Qur'an surat Al Qasas ayat 50 :
"Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena nafsu itu menyesatkan dari jalan Allah" (Al-Qasas: 50).
Selain itu, faktor eksternal, seperti lingkungan keluarga dan pergaulan, juga berperan penting dalam membentuk perilaku remaja. Islam mengajarkan pentingnya memilih lingkungan yang baik dan menjauhi pergaulan yang negatif. Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya seseorang akan cenderung kepada agama temannya, maka hendaklah kalian memperhatikan dengan siapa kalian bersahabat." (HR. Abu Dawud)
2. Pemahaman dan Penerapan Nilai-nilai Agama dalam Kehidupan Remaja:
Kurangnya pemahaman dan Penerapan Nilai-nilai Agama merupakan penyumbang terbesar rusakny ahlak para remaja. Dalam konteks Islam, nilai-nilai agama dan moral merupakan pedoman utama dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Remaja perlu memahami dan menghayati nilai-nilai tersebut agar dapat membentuk karakter yang baik dan bertanggung jawab. Dalam Al-Qur'an, Surat Al Qalam ayat 4
"Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung." (Al-Qalam: 4).
Selain itu, hadis Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan pentingnya akhlak yang baik, seperti hadits yang menyatakan,
"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia" (HR. Ahmad).
3. Dampak Media Sosial terhadap Perilaku Remaja:
Media sosial memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan remaja di era milenial. Islam menekankan pentingnya penggunaan media sosial dengan bijak dan bertanggung jawab. Remaja perlu mampu memfilter konten yang bermanfaat dan menjauhi konten yang negatif. Al-Qur'an surat al- hujarat ayat 12 :
"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian prasangka itu dosa" (Al-Hujurat: 12).
Dalam jurnal "The Impact of Social Media on Adolescent Behavioral Problems: Evidence from a Sample of University Students" (Rafi, 2019), penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan dapat berkontribusi terhadap perilaku negatif remaja.
Dalam rangka upaya menanggulangi degradasi akhlak remaja, Islam sebagai panduan hidup manusia memberikan pedoman dan prinsip yang dapat diterapkan. Pendekatan yang komprehensif dan holistik perlu diadopsi untuk membentuk generasi muda yang berkualitas, memiliki nilai-nilai agama yang kuat, dan mampu menghadapi tantangan zaman dengan bijak dan bertanggung jawab.
Upaya penanggulangan degradasi ahlak berdasarkan syariar Islam:
a. Pengawasan perilaku anak dan perubahan perilaku anak:
Orang tua dan pengajar perlu melakukan pengawasan terhadap perilaku anak dan memberikan bimbingan yang tepat. Dalam Islam, pengawasan dan pembinaan anak merupakan tanggung jawab orang tua. Al-Qur'an menyatakan dalam surat At Tahrim ayat 6:
"Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka" (At-Tahrim: 6).
b. Komunikasi antara orang tua dan anak:
Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak sangat penting dalam membentuk perilaku remaja yang positif. Orang tua perlu mendengarkan dan memahami kebutuhan serta masalah yang dihadapi oleh anak. Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya berbicara dengan baik dan lembut kepada anak-anak.
c. Pengajaran tentang norma-norma kehidupan:
Pendidikan agama dan moral harus ditekankan dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat. Remaja perlu memahami nilai-nilai Islam yang mengajarkan tentang kebaikan, keadilan, dan kasih sayang. Hadis Nabi Muhammad SAW menyatakan,
Nathiqiyyah, Jurnal Psikologi Islam Vol. 6, No. 1, Hal. : 11-18
Dari Abu al-'Abbas 'Abdullah bin 'Abd al-Muttalib radhiallahu 'anhuma, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang memperbaiki akhlaknya, maka baginya pahala seperti pahala orang yang banyak berpuasa dan banyak shalat.”(Hadis Riwayat Abu Dawud, no. 4781)
d. Pengembangan potensi anak di lingkungan sekolah dan di rumah:
Pendidikan yang menyeluruh dan pengembangan potensi anak menjadi penting untuk membentuk perilaku remaja yang positif. Dalam Islam, pendidikan merupakan salah satu tugas utama umat muslim. Allah SWT bersabda dalam surat yang pertama kali turun pada Nabi Muhammad SAW, Qur’an surat Al Alaq ayat 1-2
, "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah" (Al-Alaq: 1-2).
e. Pemberian sanksi dan apresiasi:
Sanksi yang tepat harus diberikan ketika remaja melanggar nilai-nilai dan norma-norma yang ada. Namun, juga penting memberikan apresiasi dan pujian atas perilaku yang baik. Dalam Islam, sanksi dan apresiasi harus dilakukan dengan keadilan dan kasih sayang.
f. Meng-counter konten negatif di internet dengan memberikan edukasi
Remaja perlu diberikan pemahaman tentang bahaya konten negatif di internet dan media sosial. Pendidikan tentang penggunaan yang bijak dan etika dalam bermedia sosial sangat penting. Dalam jurnal "The Influence of Social Media on Adolescents' Behavior and Emotions" (Shaw, 2018), penelitian menunjukkan bahwa pendidikan tentang penggunaan media sosial yang bijak dapat membantu mengurangi dampak negatifnya.
(Sumber: https://ojs.diniyah.ac.id/index.php)

Comments